Rabu, 17 September 2014

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

Rekayasa Perangkat Lunak adalah suatu disiplin rekayasa yang berkonsentrasi terhadap seluruh aspek.
Rekayasa perangkat lunak berasal dari 2 kata yaitu Software( Perangkat Lunak) dan Engineering (Rekayasa).
Perangkat Lunak (Software) adalah source code pada suatu program atau sistem. Perangkat lunak tidak hanya dokumentasi terhadap source code tapi juga dokumentasi terhadap sesuatu yang dibutuhkan selama pengembangan, instalasi, penggunaan dan pemeliharaan sebuah sistem.
Engineering atau Rekayasa adalah aplikasi terhadap pendekatan sistematis yang berdasar atas ilmu pengetahuan dan matematis serta aplikasi tentang produksi terhadap struktur,mesin, produk, proses atau sistem.

Mutu Perangkat Lunak
Terdapat 3 pihak (minimal) yang mempengaruhi mutu perangkat lunak yaitu
- Sponsor
Seseorang atau organisasi yang membiayai/membayar selama pengembangan atau perantaraan sistem software dan biasanya mempunyai respon terhadap pengembangan sistem software itu sendiri dengan melibatkan perhitungan biaya yang optimal.
- User
Setiap orang yang secara langsung berinteraksi terhadap eksekusi software, yang secara langsung memberi input ke komputer dan menggunakan/menikmati output dari komputer.
- Developer
Seseorang atau organisasi yang memberikan modifikasi dan memelihara terhadap error serta mengembangkan sistem software tersebut.

Gambar 1.1. Gambar Sisi Pandang dari komponen kategori terhadap Mutu Perangkat Lunak

SOFTWERE
Softwere adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah
Jenis perangkat lunak dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.      Perangkat Lunak Generik (Generic Software)
Merupakan perangkat lunak yang berdiri sendiri (stand alone) dengan menggunakan standar tertentu yang diproduksi oleh organisasi pengembang perangkat lunak (vendor) dan  biasa dijual secara bebas dan siapapun dapat membeli. Contoh perangkat lunak generik antara Office Aplication (aplikasi perkantoran), Database Engine (mesin data), Graphic Package (paket pengolah grafik) , Programming Application (Paket Pemrograman)dan lain sebagainya.
2.      Perangkat Lunak Pesanan (Order Software)
Merupakan perangkat lunak yang dipesan oleh pelanggan tertentu kepada pengembang perangkat lunak (vendor)  untuk memenuhi kebutuhan fungsi tertentu yang dikehendaki pemesan. Penagkat lunak yang dipesan secara khusus ini biasanya ditujukan untuk mendukung proses bisnis, mengatur perangkat ektromekanik pada manufacture, system control suatu aktifitas khusus (misal pelabuhan udara, pengaturan lalullintas jalan raya),

Sedangkan bila dikelomppokkan berdasar penggunaannya dikelompokkan dalam 8 katagori, yaitu
1.      System Software
Perangkat lunak yang bertanggungjawab untuk mengendalikan, mengintegrasikan, dan mengelola komponen perangkat keras atau perangkat lunak  lainnya tanpa melihat jenjang dari perangkat lunak tersebut.Perangkat lunak ini pada umumnya  memiliki fungsi dasar sistem operasi  seperti menyalin (copy), memindahkan (transfer), menyimpan (save), menghapus (delete), mem-format, pengelolaan berkas (file manager), tek editor, pengendalian otentifikasi, pengendalian jaringan, pencetakkan (print), dan penggunaan sumberdaya yang terdapat pada perangkat keras lainnya.
2.      Real-time software
Perangkat lunak yang dgunakan un memonitor, meng-analisa, dan mengendalikan  tiap peristiwa yang terjadi secara langsung.Perangkat lunak ini menggumpulkan data tiap kejadian kemudian menganalisa dan menanggapi hasil analisa dengan mengirimnya pada perangkat yang lain, contoh perangkat lunak pendeteksi gempa, pendeteksi tsunami , pendeteksi gunung berapi dan yang lainnya.
3.      Business Software
Perangkat keras yang dipergunakan untuk mengelola kerumitan proses bisnis dalam organisasi, perangkat ini biasanya ter-integrasi satu dengan yang lainnya membentuk sebuah jejaring system dalam organisasi yang kemudian di dalam organisasi disebut Management Information System . Misal penggunaan sistem penjualan, pergudangan, penggajian, kepegawaian dan lain sebaginya.
4.      Engineering and Scientific software.
Perangkat keras yang disusun secara khusus mengikut sertakan berbagai rumus-rumas pada ilmu pengetahuan tertentu, perangkat lunak  ini bisanya dilakukan untuk proses simulasi suatu kejadian.
5.      Embedded software
Perangkat lunak yang dirancang khusus untuk piranti modern cerdas, dimana fungsi dari perangkat lunak ini sebagai pengendali terhadap peralatan tersebut , misal keypad pada perangkat rumah tangga, panel control mobil,  perangkat, instrument pemutus arus’ pada pembangkit listrik dan lain-lain
6.      Personal Software
Peran gkat lunak yang dibuat untuk membantu menyelesaikan/memenuhi pekerjaan manusia secara individual sebagai contoh memainkan music dan video, pekerjaan perkantoran, mengkoleksi database, berkomunikasi dengan komunitas tertentu dan berbagai keperluan lainnya.
7.      Web base software
Perangkat lunak yang dipergunakan untuk menjalankan bernagai perintah pada jejaring internet , berbagai format data dapat dikelola dengan menggunakan format HTML, PHP, ASP, ASPX.
8.      Artificial intelligence software
Perangkat lunak ini dibuat untuk menyelesaikan pekerjaan rumit dan non numerical algorithm, menggunakan metoda neumal network.



Mitos Perangkat Lunak
·      Mitos Manajemen Manajer yang bertanggung jawab terhadap masalah perangkat lunak, seperti juga manajer pada kebanyakan disiplin, sering mengalami tekanan karena masalah pengaturan keuangan, menjaga jadwal agar tidak kacau,dan peningkatan kualitas.
·      Mitos Pelanggan Pelanggan mempercayai mitos tentang perangkat lunak karena manajer dan para pelaksana yang bertanggung jawab atas masalah perangkat lunak hanya bekerja sedikit saja untuk memperbaiki kesalahan informasi. Mitos ini membawa kea rah pengharapan yang salah oleh pelanggan dan ketidak puasan pengembang.
·      Mitos para Praktisi Pemrograman dilihat sebagai sebuah karya seni

Krisis Perangkat Lunak
·         Masalah nyata yang sudah mengganggu perkembangan perangkat lunak
·         Serangkaian masalah yang terjadi dalam perkembangan perangkat lunak komputer.
·         Masalah yang ada tidak hanya terbatas pada perangkat lunak yang tidak berfungsi dengan baik tapi juga pada penderitaan yang melingkupi masalah-masalah yang berhubungan dengan bagaimana mengembangkan  perangkat lunak, bagaimana memelihara volume perangkat lunak yang sedang tumbuh dan bagaimana mengejar kebutuhan perangkat lunak lebih banyak lagi
·         Penyebab krisis atau penderitaan Perangkat lunak dapat ditelusuri dengan sebuah mitologi yang muncul selama masa sejarah awal perkembangan perangkat lunak.
·         Mitos perangkat lunak ini berbicara atas salah informasi dan keraguan. Masa sekarang kebanyakan kaum profesional memiliki banyak pengetahuan mengetahui berbagai mitos di bidang ilmu yang digelutinya (sikap yang salah yang menyebabkan masalah yang serius bagi manajer serta masyarakat teknis). Hal ini terlihat berbagai sisi pandang dari pihak Manajer/Sponsor, pelanggan atau Pengembang/Praktisi





Latihan Soal
1.      Sebutkan jenis perangkat lunak
2.      Bagaimana cara kamu mengatasi Mitos Perangkat Lunak untuk menghasilkan perangkat lunak yang bermutu
3.      Tulislah sebuah rangkuman karya tulis yang merangkum kemajuan terkini pada salah satu aplikasi perangkat lunak yang “memimpin”. Pilihan-pilihan potensial meliputi kecerdasan buatan, realitas virtual, jaringan syaraf tiruan.

Jawab :
1.      Perangkat Lunak Generik (Generic Software)
Perangkat Lunak Pesanan (Order Software)
2.      Bersikap selayaknya karena sikap yang salah yang menyebabkan masalah yang serius bagi manajer serta masyarakat teknisi, penyebabnya adalah sikap lama memang sangat sulit diubah, dan sisa-sisa mitos perangkat lunak masih tetap dipercaya.
3.      Jaringan syaraf tiruan
Jaringan syaraf tiruan adalah algoritma penyelesaian masalah komputasi yang prinsip kerjanya menirukan jaringan syaraf manusia. Meniru analogi jaringan syaraf manusia, jaringan syaraf tiruan terdiri dari interkoneksi beberapa lapisan neuron mulai dari neuron input sampai neuron output. Neuron input berfungsi untuk menerima masukan yang selanjutnya akan diproses dalam layer berikutnya. Masukan sering kali harus dibuat ternormalisasi dengan tujuan supaya error pada pemrosesan tidak menuju tidak berhingga. Pada proses pengolahan masukan di JST akan terjadi proses perkalian, penjumlahan dan penerapan fungsi aktifasi terhadap masukan sebuah node

Algoritma Jaringan Syaraf Backpropagation
Backpropagation merupakan algoritma pembelajaran yang terwarisi dan biasanya digunakan olehperceptron dengan banyak lapisan untuk mengubah bobot-bobot yang terhubung dengan neuron-neuron yang ada pada lapisan tersembunyinya. Algoritma backpropagation menggunakan erroroutput untuk mengubah nilai-nilai bobotnya dalam arah mundur (backward). Tahap perambatan maju (forward propagation) harus dikerjakan terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai error tersebut. Saat perambatan maju neuron-neuron diaktifkan dengan menggunakan fungsi aktivasi sigmoid biner


Model Jaringan Syaraf Backpropagation

Pelatihan pada jaringan syaraf backpropagation, feedfoward (umpan maju) dilakukan dalam rangka perhitungan bobot sehingga pada akhir pelatihan akan diperoleh bobot-bobot yang baik. Selama proses pelatihan, bobot-bobot diatur secara iteratif untuk meminimumkan error(kesalahan) yang terjadi. Error (kesalahan) dihitung berdasarkan rata-rata kuadrat kesalahan (MSE). Rata-rata kuadrat kesalahan juga dijadikan dasar perhitungan unjuk kerja fungsi aktivasi. Sebagian besar pelatihan untuk jaringan feedfoward (umpan maju) menggunakan gradien dari fungsi aktivasi untuk menentukan bagaimana mengatur bobot-bobot dalam rangka meminimumkan kinerja. Gradien ini ditentukan dengan menggunakan suatu teknik yang disebutbackpropagation.
Algoritma pelatihan standar backpropagation akan menggerakkan bobot dengan arah gradien negatif. Prinsip dasar dari algoritma backpropagation adalah memperbaiki bobot-bobot jaringan dengan arah yang membuat fungsi aktivasi menjadi turun dengan cepat.
Pelatihan backpropagation meliputi 3 tahapan sebagai berikut.
1. Propagasi maju.
Pola masukan dihitung maju mulai dari input layer hingga output layer menggunakan fungsi aktivasi yang ditentukan.
2. Propagasi mundur.
Selisih antara keluaran jaringan dengan target yang diinginkan merupakan kesalahan yang terjadi. Kesalahan yang terjadi itu dipropagasi mundur. Dimulai dari garis yang berhubungan langsung dengan unit-unit di output layer.
3. Perubahan bobot.
Modifikasi bobot untuk menurunkan kesalahan yang terjadi. Ketiga fase tersebut diulang-ulang terus hingga kondisi penghentian dipenuhi. (Puspaningrum, 2006)


Referensi :
http://dhidik.wordpress.com/2010/03/10/jaringan-syaraf-tiruan/
http://jalanwaktu.wordpress.com/jaringan-syaraf-tiruan/


Posted on 07.01 by Fanani Agung

No comments

Jumat, 18 Juli 2014


KATA PENGANTAR


Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi berkah dan rahmat-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan laporan yang berjudul “KOPERASI SIMPAN PINJAM”. Laporan ini dibuat untuk memnuhi tugas supervisor basis data.
Seperti kata pepatah, “Tak ada gading yang tak retak” maka dari itu laporan ini juga masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan agar dapat memacu penulis untuk membuat tulisan yang jauh lebih baik pada tulisan-tulisan yang akan mendatang.
Akhir kata, semoga laporan  ini bisa bermanfaat bagi para pembaca terutama bagi penulis . Untuk itu, penulis sampaikan  terima kasih dan selamat membaca laporan ini.
                                                           






Surabaya, 16 juli 2014



Penulis




DAFTAR ISI









DAFTAR GAMBAR






DAFTAR GAMBAR TABEL







 

BAB I

KEBUTUHAN USER


Kebutuhan User :
1. System dapat menggagalkan login jika username dan  password salah.
2. System harus menghasilkan laporan yang dibutuhkan manager secara cepat dan tepat.
3. System dapat mengkalkulasi jumlah uang yang keluar atau masuk dan dioperasikan oleh karyawan  koperasi.
4. System harus menyediakan perhitungan uang yang keluar ataupun masuk.
Kebutuhan System :
1. User harus mendaftar menjadi anggota.
2. User dapat mengisi data tabungan dengan username dan password yang telah diberikan.
3. Jika kartu anggota hilang, maka user akan melakukan registrasi ulang dengan syarat yang diperlukan.
4. User harus rutin melaporkan kegiatan koperasinya secara berkala, hal ini bertujuan agar pengelola koperasi bisa dengan mudah mengawasi kegiatan user.


BAB II

E-R DIAGRAM

Membuat ERD
1.      membuat entity pegawai dengan atribut umur, napeg, ID_pegawai, nama, alamat seperti pada gambar entity pegawai 1

2.       membuat entity anggota dengan atribut ID_Anggota, nama, dan alamat seperti gambar 2



3.         membuat entity tabungan dengan atribut ID_Tabungan, jumlah, dan tanggal,  seperti Gambar 3

4.      membuat entity bank dengan atribut lokasi, nama  seperti Gambar 4


5.      membuat entity Pengawas dengan atribut ID_pengawas, alamat seperti Gambar 5

6.      membuat entity dana dengan atribut Jumlah, Tanggal, Transaksi seperti gambar 6


7.      Berikan relasi antara pegawai dan anggota dengan relasinya DAFTAR
8.      Berikan relasi antara anggota dan tabungan dengan relasinya SIMPAN
9.      Berikan relasi antara pengawas dan anggota dengan relasinya AWASI
10.  Berikan relasi antara pegawai dan dana dengan relasinya PROSES
11.  Berikan relasi antara bank dan dana dengan relasinya CAIRKAN
12.  Berikan relasi antara bank dan pengawas dengan relasinya PEKERJAKAN



BAB III

TRANFORMASI ERD


Transformasi ERD :
1.      PENGAWAS : (ID Pengawas, Nama, Alamat)
2.      ANGGOTA : (ID Anggota, Nama, Alamat)
3.      PEGAWAI : (ID Pegawai, Nama, Alamat)
4.      BANK : (Nama, Lokasi)
5.      DANA : (Jumlah, Tanggal, Transaksi)
6.   TABUNGAN : (ID_Tabungan, jumlah , tanggal) 


BAB IV

TABEL

Gambar tabel 1 petugas

Gambar tabel 2 anggota



Gambar tabel 4 pengawas


Gambar tabel 5 simpan pinjam


Gambar tabel 6 tabungan

BAB V

TOOL(CDM DAN PDM)


CDM
1.      Membuat entity pegawai pada CDM(conseptural data model) 


2.      Membuat entitty anggota pada CDM(conseptural data model)

3.      Membuat entity pengawas pada CDM(conseptural data model)



4.      Membuat entity bank pada CDM(conseptural data model)


5.      Membuat entity dana pada CDM(conseptural data model)

6.      Membuat entity tabungan pada CDM(conseptural data model)

7.      Hasil akhir dari CMD(conseptual data model)




PDM
1.      Menggenerate CDM ke bentuk PDM menggunakan generate Phicycal data model pada menu tools

2.      Hasil dari generate PDM(phicycal data model)

BAB VI

IMPLEMENTASI SQL DAN ORACLE


Implemetasi menggunakan SQL dan ORACLE

Cara membuat rancangan implimentasi menggunakan SQL server:

Nama Database : Koperasi Simpan Pinjam
Syntax dari pembuatan database Koperasi
create database koperasi
Message ;
Command(s) completed successfully.


Syntax dari pembuatan tabel Petugas
use koperasi

create table petugas (
Id_petugas char(25),
Nama varchar(25),
Alamat varchar (50),
No_telp numeric (15),
primary key (Id_petugas)
)
Screenshoot tabel petugas





Message :
(1 row(s) affected)
(1 row(s) affected)



Syntax dari pembuatan tabel Anggota
use koperasi

create table anggota (
Id_anggota char(25),
Nama varchar(25),
Alamat varchar (50),
No_telp numeric (15),
Id_simpan int,
Id_pinjam int,
primary key (Id_anggota)
)
Screenshoot tabel anggota




Message :
(1 row(s) affected)
(1 row(s) affected)


Syntax dari pembuatan tabel Bank
use koperasi

create table bank (
Id_bank char(25),
Nama_bank varchar(25),
Alamat varchar(50),
Notelp numeric(15),
primary key (Id_bank)
)

Screenshoot tabel bank





Message :
(1 row(s) affected)
(1 row(s) affected)


Syntax dari pembuatan tabel Pengawas
use koperasi

create table pengawas (
Id_pengawas char(25),
Nama varchar(25),
Alamat varchar(50),
Notelp numeric(15),
primary key (Id_pengawas)
)

Screenshoot tabel pengawas





Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)


Syntax dari pembuatan tabel danapinjam
use koperasi

create table danapinjam (
Id_danapinjam char(25),
Nama varchar(25),
Tanggal datetime,
Jumlah int,
Id_pinjam int,
Id_petugas char(25),
primary key (Id_danapinjam)
)
Screenshoot tabel dana pinjam




Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)

Syntax dari pembuatan tabel Tabunganpinjam
use koperasi

create table tabungansimpan (
Id_tabungan char(25),
Nama varchar(25),
Tanggal datetime,
Jumlah int,
sisa int,
Id_simpan int,
Id_petugas char(25),
primary key (Id_simpan)
)
Screenshoot tabel tabungan pinjam




Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)






SYNTAX DALAM PENGISIAN DATA DALAM TABEL

Syntax  dalam pengisian data tabel petugas
use koperasi

/** isi data dari tabel petugas **/

insert into petugas values ('12345','Jakowi','Jl.Sudirman','08989989998')
insert into petugas values ('67890','Prabowo','Jl.Supratman','09898989898')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)

Syntax  dalam pengisian data tabel anggota
use koperasi
/** isi data dari tabel anggota **/
insert into anggota values ('54321','Hatta','Jl.Doly','08567545454','5000','15000')
insert into anggota values ('09876','Jusuf','Jl.Moroseneng','0856767676','5000','10000')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)

Syntax  dalam pengisian data tabel tabungansimpan
use koperasi
/** isi data dari tabel tabungansimpan **/
insert into tabungansimpan values ('S001','Hatta','2014-12-12','5000','0','001','12345')
insert into tabungansimpan values ('S002','Jusuf','2014-12-12','5000','0','001','12345')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)

Syntax  dalam pengisian data tabel danapinjam
use koperasi
/** isi data dari tabel danapinjam **/
insert into danapinjam values ('P001','Hatta','2014-12-12','0','001','12345')
insert into danapinjam values ('p002','Jusuf','2014-12-12','0','001','12345')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)
Syntax  dalam pengisian data tabel pengawas
use koperasi
/** isi data dari tabel pengawas **/
insert into pengawas values ('PS01','Alsyafin','Jl.sikat','089565677830')
insert into pengawas values ('PS02','Agung','Jl.Gigi','098729765464')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)

Syntax  dalam pengisian data tabel bank
use koperasi
/** isi data dari tabel bank **/
insert into bank values ('B001','BRI','Jl.Mata','0897654')
insert into bank values ('B002','BCA','Jl.Duit','08975654')
Message :
(1 row(s) affected)

(1 row(s) affected)



SYNTAX UNTUK MENAMPILKAN RECORD

use koperasi
select * from petugas
select * from anggota
select * from tabungansimpan
select * from danapinjam
select * from pengawas
select * from bank


MENGHAPUS DATA DALAM TABEL
delete from anggota where id_anggota='09876'
MENGUBAH DATA DALAM TABEL
Update anggota set nama='jusuf kalla' where id_anggota='09876'
MENGHAPUS TABEL BESERTA RECORD
drop table anggota
MENGHAPUS DATABASE
drop database koperasi





BAB VII

TUGAS TAMBAHAN (MENGGANTI NAMA DATABASE)


SQL
1. Merubah dengan menggunakan Stored Procedure
Pastikan database yang aktif adalah database master
exect sp_renamedb @dbname = ‘ nama database lama ‘ , @chgname = ‘ nama database baru’
setelah itu akan ada pemberitahuan bahwa database telah ada perubahan
The database name ‘nama database baru’ has been set.
2. Merubah dengan menggunakan Alter Database
ALTER DATABASE namadatabaselama MODIFY NAME = namadatabasebaru



ORACLE
Mengganti nama database menggunakan DBNEWID
1. Create terlebih dahulu pfile (bila eksisting parameter file menggunakan spfile).
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
[oracle@APPDB01 ~]$ env | grep ORACLE
ORACLE_SID=XE
ORACLE_BASE=/u01/app/oracle
ORACLE_HOSTNAME=APPDB01
ORACLE_HOME=/u01/app/oracle/product/11.2.0/xe
[oracle@APPDB01 ~]$ sqlplus /nolog

SQL*Plus: Release 11.2.0.2.0 Production ON Fri Nov 9 22:30:12 2012

Copyright (c) 1982, 2011, Oracle.  ALL rights reserved.

SQL> conn /AS sysdba
Connected.
SQL> CREATE pfile FROM spfile;

File created.

2. Shutdown database lalu kemudian startup mount.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
SQL> shutdown immediate;
DATABASE closed.
DATABASE dismounted.
ORACLE instance shut down.
SQL> startup mount;
ORACLE instance started.

Total System Global Area  839282688 bytes
Fixed SIZE                  2231136 bytes
Variable SIZE             494929056 bytes
DATABASE Buffers          339738624 bytes
Redo Buffers                2383872 bytes
DATABASE mounted.
SQL> exit
Disconnected FROM Oracle DATABASE 11g Express Edition Release 11.2.0.2.0 - 64bit Production
3. Kemudian jalankan command nid.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
[oracle@APPDB01 ~]$ nid target=system/zzzzzzzz dbname=APPDB

DBNEWID: Release 11.2.0.2.0 - Production ON Fri Nov 9 22:31:01 2012

Copyright (c) 1982, 2009, Oracle AND/OR its affiliates.  ALL rights reserved.

Connected TO DATABASE XE (DBID=2680055995)

Connected TO server version 11.2.0

Control Files IN DATABASE:
    /u01/app/oracle/oradata/XE/control.dbf

CHANGE DATABASE ID AND DATABASE name XE TO APPDB? (Y/[N]) => Y

Proceeding WITH operation
Changing DATABASE ID FROM 2680055995 TO 3912404261
Changing DATABASE name FROM XE TO APPDB
    Control File /u01/app/oracle/oradata/XE/control.dbf - modified
    Datafile /u01/app/oracle/oradata/XE/system.db - dbid changed, wrote NEW name
    Datafile /u01/app/oracle/oradata/XE/sysaux.db - dbid changed, wrote NEW name
    Datafile /u01/app/oracle/oradata/XE/undotbs1.db - dbid changed, wrote NEW name
    Datafile /u01/app/oracle/oradata/XE/users.db - dbid changed, wrote NEW name
    Datafile /u01/app/oracle/oradata/XE/temp.db - dbid changed, wrote NEW name
    Control File /u01/app/oracle/oradata/XE/control.dbf - dbid changed, wrote NEW name
    Instance shut down

DATABASE name changed TO APPDB.
MODIFY parameter file AND generate a NEW password file BEFORE restarting.
DATABASE ID FOR DATABASE APPDB changed TO 3912404261.
ALL previous backups AND archived redo logs FOR this DATABASE are unusable.
DATABASE IS NOT aware OF previous backups AND archived logs IN Recovery Area.
DATABASE has been shutdown, OPEN DATABASE WITH RESETLOGS OPTION.
Succesfully changed DATABASE name AND ID.
DBNEWID - Completed succesfully.
4. Setelah menjalankan command nid, database akan berada dalam kondisi mati. Lakukan perubahan parameter db_name pada pfile yang sudah dibuat dan startup menggunakan pfile tersebut.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
[oracle@APPDB01 dbs]$ pwd
/u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/dbs
[oracle@APPDB01 dbs]$ ls
hc_XE.dat  init.ora  initXE.ora  lkXE  orapwXE  spfileXE.ora
[oracle@APPDB01 dbs]$ sqlplus /nolog

SQL*Plus: Release 11.2.0.2.0 Production ON Fri Nov 9 22:32:35 2012

Copyright (c) 1982, 2011, Oracle.  ALL rights reserved.

SQL> conn /AS sysdba
Connected TO an idle instance.
SQL> startup mount pfile='/u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/dbs/initXE.ora';
ORACLE instance started.

Total System Global Area  839282688 bytes
Fixed SIZE                  2231136 bytes
Variable SIZE             494929056 bytes
DATABASE Buffers          339738624 bytes
Redo Buffers                2383872 bytes
DATABASE mounted.
5. Open database menggunakan resetlogs option.
1
2
3
SQL> ALTER DATABASE OPEN resetlogs;

DATABASE altered.
6. Jangan lupa untuk create password file lalu merubah listener file dan tnsnames file dengan service name yang baru. Disamping itu edit dan rubah SID pada bash profile user oracle.
1
[oracle@APPDB01 ~]$ orapwd file=/u01/app/oracle/product/11.2.0/xe/dbs/initAPPDB password=zzzzzzzz entries=5 force=Y


BAB VIII

PENUTUP


A.    Kesimpulan
            Dari rangkaian praktek database dengan menggunakan program sql server 2000 dan Oracle kita dapat mengetahui dasar-dasar database, kita dapat mengoperasikan program tersebut dengan belajar dari rangkaian dasar pembelajaran database mulai dari create, update, drop table dsb. Dengan adanya praktikum databse ini diharapkan kita dapat mengaplikasikanya dikemudian hari.

B.     Saran
            Praktek database kedepan diharapkan agar lebih di optimalkan kembali dalam hal pemnbimbingan terhadap materi yang di berikan,  mulai dari co-tech hingga pembimbing,


Posted on 04.36 by Fanani Agung

No comments